Mencari ketenangan

Posted: Februari 14, 2009 in my story

Suatu hari datanglah padaku seorang gadis dengan penuh raut muka kesedihan. Ia mencari dan terus mencari. Langkahnya kadangkala terlihat begitu lunglai. Ia bertanya. Dan kemudian, ia mengulangi hal itu. Bertanya, bertanya dan selalu bertanya. Ia sedang mencari hakekat akan ketenangan.

Gadis itu berkata kepadaku, “Tuturkanlah padaku, apa yang mengharukan dan membuat ketidak tenangan hatiku …. ?”. Kutatap gadis itu, dan dari rautnya mengumandangkan kidung mengharap ketenangan kedamaian.
“Dari dalam mimpi kamu akan terjaga, dan apakah mimpi jaga itu, kalau bukan iringan awan hitam kegalauan, yang kian hari kian bersemi dan bermekaran di langit hatimu”.
Yach …. bahkan selama menanti dan menciptakan ketenangan, sulit untuk terbentuk dalam diri. Bagai awan hitam kegalauanmu yang semakin menggumpal dan beriringan, sampai gumpalan kegalauanmu itu akan tersentuh tangan restu penuh kasih, menjadi kristal bintang, matahari dan rembulan.


Dia setengah ragu menyela perkataanku, “Tetapi musim ketenangan itu akan tiba, dan semua salju kegalauan akan meleleh, lenyap dalam tiada”.
Akupun menjawab, “Ketika musim semi akan tiba, mencari kaumnya di antara kegalauan dan kesedihan. Memang salju kegalauan akan meleleh, mengalir dalam sungai ketenangan hati dan lembah kedamaianmu, menyajikan piala minuman para penderita kemunafikan.
Demikianlah salju kegalauan akan meleleh, bila musim kedamaianmu tiba, hingga segala rahasia salju kemunafikan akan mencair mengalir ke sungai hatimu dalam kehidupan di lembah kedamaian. Sungai hatimu akan mampu menguak rahasia kegalauanmu dan menghanyutkan rasa sedih hatimu.
Kemudian aku tatap gadis itu dan berkata “Bunga-bunga kenangan akan tumbuh selama tidurmu terus bermimpi. Sebab segenap harimu akan tercurah pada puji-puji, mensyukuri hikmah yang kamu terima dalam hening malam”.
Ketika itu, aku mau bertanya padanya tentang hakekat malam, yang menyimpan ribuan jalan menuju ketenangan. Malam …. adalah gambaran masa istirahat dari segala bentuk rasa, tetapi sebenarnya malam merupakan musim pencarian dan penemuan serta penciptaan segala rasa, tak terkecuali ketenangan dan kedamaian yang kau inginkan. Karena sang malam jualah yang akan membawamu ke gudang perbendahraan ilmu kehidupan.
Ingatkah kamu …. matahari dan bulan mengajari segala yang menumbuhkan rasa cinta, kasih dan sayang. Namun sang malam jualah yang menerbangkanmu pada matahari dan rembulan.
Demikianlah perihal akan kamu, dengan mencari hakekat malam ini, akan kamu peroleh santapan roh ketenangan dan kedamaian. Walaupun kenangan malam akan terhapus oleh hadirnya esok pagi, namun hamparan mimpi ketenangan dan kedamaian telah ditebarkan selamanya.
Sejenak dia terdiam menunggu tutur kataku, kemudian aku berkata lagi, “Kegalauan, kesedihan dan kemunafikan adalah segala bentuk yang tanpa kefanaan, sebab inilah kehendak Allah. Kamu adalah nafasnya, sebagaimana angin tiada terjaring atau terkurung”.
Setengah meragu, dia bertanya, “Dan bagaimana perihal keburukan, kedustaan serta kebohongan …. ?”.
Kujawab dengan lecutan kata-kata, “Gadis manis, siapakah akan menyebut orang tak berperasaan, apabila cinta telah diucapkan dan kasih terasa keteduhannya, namun ia mengingkari semua itu ….. ?
Dan siapa akan menganggapmu lunglai, tak sedih, jenuh, jika dia telah berkata padamu dalam bahasa ganjil !
Jika kebohongan, kedustaan dan kemunafikan ada, maka sesungguhnya dia merupakan kain gelap penutup rasa hati, gumpalan sifat yang menyumbat tulusnya rasamu mengalir.
Tapi janganlah kau sebut sesuatu itu buruk, tapi lebih baik selamatkan dirimu dari roh kegalauan saat mengenang kehidupan pribadi.
Seketika itu tegaklah ia di hadapanku, berjalan penuh kecuekan, seakan tak ada gunanya aku berkata. Dia tegak berdiri laksana gita pohon muda, yang tiada gentar lagi diterpa kegalauan, kesedihan dan kebohongan.
Lalu apa …….? Sebuah hati yang meliputi semua hati, cinta yang melambangkan semua cinta, … dan semua itu abadi.
“Carilah kini, dan rasakanlah dalam liputan kedukaanmu, maka akan dapat kamu pahami ketenangan dan kedamaian yang lebih elok dari segala keelokan, sebuah kidung yang lebih agung dari semua nyanyian belantara, cinta kasih yang bersemayam atas ketulusan, galaksi orion hanya laksana penyangga langit dengan memegang tongkat penuh wibawa dengan kerdipan permatanya”.
Dan apabila kata-kataku hanyalah karang batu serta penghalang, cari jugalah, demi terkuaknya batin kedukaanmu, agar pertanyaanmu tentang ketenangan akan mengangkat diri pada kasih sayang yang setulusnya, yang disebut Cinta.

Komentar
  1. syafwan mengatakan:

    mengharukan… salam kenal

  2. Dillah mengatakan:

    cinta memang indah tpi juga mnyakitkan….huffff…😀

  3. gie mekti mengatakan:

    kunjungan pertama…di tunggu kunjungan baliknya….

  4. Rizal mengatakan:

    disampingku pasti tenang …
    wkwkwkw ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s